• RSS Monggo dipun rawuhi lan pun komentari

    • SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H
      SEGENAP PENGURUS DAN ANGGOTA MGMP GEOGRAFI SMA KABUPATEN BANTUL MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H. MINAL AIDIN FAL FAIDIN.
      mgmpgeografi
    • Media Pembelajaran LECTORA
      Lectora sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk anak Dalam era digital ini perkembangan Teknologi Informasi sangat menakjubkan terlebih di bidang e-learning. Sudah menjadi kebutuhan untuk belajar secara mandiri dan secara cepat pemutakhiran pengetahuan serta mengelola pengetahuan. American Society for Training and Development (ASTD) menerangkan ba […]
      mgmpgeografi
    • Syawalan dan Pergantian Pengurus Baru MGMP Geografi SMA Kab. Bantul
      Pada hari Rabu tanggal 12 September 2012 dilaksanakan syawalan MGMP Geografi SMA Kab. Bantul dan pergantian pengurus baru, semoga dengan kepengurusan baru membuat MGMP Geografi SMA Kab. Bantul lebih maju dan terus berkarya demi kemajuan bidang studi Geografi khususnya dan pendidikan di Kabupaten Bantul pada umumnya. BRAVO MGMP Geografi…ayo maju dan berpresta […]
      mgmpgeografi
    • Study Lapangan MGMP Geografi Kab. Bantul Ke Gunung Bromo
      Study lapangan MGMP Geografi Kabupaten Bantul Ke Gunung Bromo, Foto-foto lain bisa dilihat dan di download di galeri
      mgmpgeografi
    • Diklat Pengelolaan Laboratorium IPS di Fak. FIS Jur. Geografi UNY
      Foto Kegiatan Diklat Pengelolaan Laboratorium IPS di Fakultas FIS Jurusan Pendidikan Geografi UNY
      mgmpgeografi
    • ROH PEMBELAJARAN GEOGRAFI ADALAH STUDI LAPANGAN
      ROH PEMBELAJARAN GEOGRAFI ADALAH STUDI LAPANGAN OLEH : MBAK SOFIE ( SMA N 1 KRETEK, BANTUL) Geografi merupakan istilah yang dikenal sejak lama. Dalam dunia perdagangan, militer, dan politik, istilah itu sering digunakan dan telah dikenal sejak lama. Namun, sebagai “disiplin ilmu dan mata pelajaran” bidang itu masih dianggap kurang populer. Kekurang populeran […]
      mgmpgeografi
    • Tanpa judul
      GUMUK PASIR DI PARANGTRITIS Ditulis lagi by Mas Tri Hariyadi dari eksan wasesa Keberadaan gumuk pasir yang merupakan bagian dari ekosistem spesifik di pantai selatan DI Yogyakarta memang perlu dilestarikan, sebagai kekayaan alam yang bentukannya tergolong langka di dunia. Gundukan pasir ini terbentuk secara alami, yang prosesnya berjalan ribuan tahun lalu. M […]
      mgmpgeografi
  • Tamu Masuk

    • 3,233 hits
  • Flickr Photos

    Lebih Banyak Foto
  • Inspirations

  • Sugeng Rawuh

  • Download Perangkat Adm.guru & Media

  • Pansaba

  • Info Terkini

Masalah Lingkungan Hidup Dan Pembangunan


Masalah Lingkungan Hidup Dan Pembangunan

Pembangunan yang terus meningkat di segala bidang, khususnya pembangunan di bidang industri, semakin meningkatkan pula jumlah limbah yang dihasilkan termasuk yang berbahaya dan beracun yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk mencegah timbulnya pencemaran lingkungan dan bahaya terhadap kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya, limbah bahan berbahaya dan beracun harus dikelola secara khusus agar dapat dihilangkan atau dikurangi sifat bahayanya.
Pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas telah mendorong Pemerintah untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1994 tanggal 30 April 1994 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3551) yang kemudian direvisi dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1994 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3595). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1994 ini kembali diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 31) dan terakhir diperbaharui kembali melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang.
Dasar hukum dari dikeluarkannya Peraturan Pemerintah ini antara lain adalah Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3215) sebagaimana kemudian diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699, mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 19 September 1997) serta Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274).
Lingkungan hidup didefenisikan oleh Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan yang dimaksud dengan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
Inti masalah lingkungan hidup adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya yang bersifat organik maupun anorganik yang juga merupakan inti permasalahan bidang kajian ekologi.
Pasal 3 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah oleh Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa pengelolaan lingkungan hidup diselenggarakan dengan asas tanggung jawab negara, asas berkelanjutan, dan asas manfaat dan bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kata-kata “pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup” sebagaimana tercantum dalam tujuan tersebut di atas merupakan “kata kunci” (key words) dalam rangka melaksanakan pembangunan dewasa ini maupun di masa yang akan datang. (Koesnadi Hardjasoemantri, 1990: 127).
Istilah “pembangunan berkelanjutan yang berwawasan Lingkungan” merupakan suatu terjemahan bebas dari istilah “sustainable development” yang menggambarkan adanya saling ketergantungan antara pelestarian dan pembangunan. Istilah ini untuk pertama kalinya mulai diperkenalkan oleh The World Conservation Strategy (Strategi Konservasi Dunia) yang diterbitkan pada tahun 1980 yang menekankan bahwa kemanusiaan, yang merupakan bagian dalam alam, tidak mempunyai masa depan kecuali bila alam dan sumber daya alam dilestarikan. Dokumen ini menegaskan bahwa pelestarian tidak dapat dicapai tanpa dibarengi pembangunan untuk memerangi kemiskinan dan kesengsaraan ratusan juta umat manusia

%d blogger menyukai ini: